Selasa, 25 Juli 2017

Review Day 2 Novel Pesantren Impian

"Bulan sesaat tersaput awan. Semua terjadi begitu cepat. Yanti bahkan tak sempat berteriak."—Hal 156
.
.
Day 2
(171/289)
.
.
Sejauh ini beberapa masalah mulai menemukan titik terang atau mungkin awal dari semua tragedi yang mengancam keamanan Pesantren Impian (?)
Latar belakang dan masalalu para santriawati satu persatu diceritakan dan memulai semua masalah baru bagi PI,  Pelaku pemerkosaan mulai terkuak, identitas 'si Gadis' pun menunjukkan titik terang, Kebenaran tentang siapa 'Teungku Budiman' telah bunda Asma beberkan pada para pembaca walaupun sejak awal beberapa petunjuk memang mengarah pada "dia".
.
.
"Sekarang para santriawati pasti ketakutan. Saya merasa malu pada diri sendiri. Ini masalah integritas. Masalah kepercayaan. Rasanya ingin segera menutup PI, dan memulangkan para santri. Saya yakin, sekarang pun mereka ingin segera kabur dari sana."—Hal 171.
.
.
Lama-kelamaan masalah di PI semakin rumit, kejadian yang tak terduga mulai membayang-bayangi para penghuni. Orang-orang yang memiliki dendam pada beberapa santriawati berdatangan, memulai semua kejadian yang membuat emosiku sedikit bergejolak 😧. Antara kesal, gemas, dan sedih pun campur aduk menjadi satu saat membaca novel yang mendekat ending.
.
.
Akan tetapi, aku tetap kagum dengan kepiawaian bunda Asma merangkai kata. Sederhana, kompleks, tidak bertele-tele, dan terkesan 'to the point'. Satu hal lagi, cerita ini terlihat natural dan mengalir apa adanya, walaupun harus berganti-ganti sesi, dan setiap part pendek-pendek 😄. Karena aku re-read novel ini, rasa penasaranku sedikit menipis malah kayaknya rasa bosan lebih besar.

#ReaderSquad
#BacaBarengFLPxRS
#PesantrenImpian
#TeamPesantren
#bookstagram
#booklover
#bookish

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama :
Pesan & Kesan